musim telah mengganti warna-warna di sekeliling kita setiap waktu
rasa ini bergetar seperti sekuntum bunga yang tak pernah layu
aku memikirkan dirimu
kata-kata yang kita saling mainkan bagaikan melodi yang indah
aku bahagia memilikimu di dekatku
sehingga mata yang tengah tersenyum itu takkan menangis
aku akan melakukannya, sehingga engaku tak dapat melihat bintang-bintang di malam hari
aku akan menyelimutimu seperti cahaya yang menyirami pepohonan
itulah kekuatanku, sumpah yang takkan berubah
mimpi teruslah menjadi mimpi
aku tak peduli, aku mencintaimu
aku terbungkus oleh cahaya
aku hadapi hari esok
karena kebahagiaan bagaimanapun adalah nyata
cinta untukmu hidup di dalam diriku
cinta setiap hari
demi cinta kau di sampingku
cinta setiap hari
meski kenangan sedih telah terkunci
kau tawarkan dengan lembut tangan halusmu
aku mendekatimu dengan bahagia, diterbangkan oleh angin yang lembut
aku terlena oleh hari panjang yang sangat cemerlang
musim telah mengganti warna-warna di sekeliling kita setiap waktu
rasa ini bergetar seperti sekuntum bunga yang tak pernah layu
mimpi teruslah menjadi mimpi
aku tak peduli, aku mencintaimu
aku terbungkus oleh cahaya
hatiku terlumuri oleh pikiran tentang dirimu
cinta untukmu hidup di dalam diriku
cinta setiap hari
demi cinta kau di sampingku
cinta setiap hari
rasa ini bergetar seperti sekuntum bunga yang tak pernah layu
aku memikirkan dirimu
kata-kata yang kita saling mainkan bagaikan melodi yang indah
aku bahagia memilikimu di dekatku
sehingga mata yang tengah tersenyum itu takkan menangis
aku akan melakukannya, sehingga engaku tak dapat melihat bintang-bintang di malam hari
aku akan menyelimutimu seperti cahaya yang menyirami pepohonan
itulah kekuatanku, sumpah yang takkan berubah
mimpi teruslah menjadi mimpi
aku tak peduli, aku mencintaimu
aku terbungkus oleh cahaya
aku hadapi hari esok
karena kebahagiaan bagaimanapun adalah nyata
cinta untukmu hidup di dalam diriku
cinta setiap hari
demi cinta kau di sampingku
cinta setiap hari
meski kenangan sedih telah terkunci
kau tawarkan dengan lembut tangan halusmu
aku mendekatimu dengan bahagia, diterbangkan oleh angin yang lembut
aku terlena oleh hari panjang yang sangat cemerlang
musim telah mengganti warna-warna di sekeliling kita setiap waktu
rasa ini bergetar seperti sekuntum bunga yang tak pernah layu
mimpi teruslah menjadi mimpi
aku tak peduli, aku mencintaimu
aku terbungkus oleh cahaya
hatiku terlumuri oleh pikiran tentang dirimu
cinta untukmu hidup di dalam diriku
cinta setiap hari
demi cinta kau di sampingku
cinta setiap hari
Sajaknya keren kak^^
BalasHapusMampir di lapakku ya kak, mohon komentarnya^^
http://1coretanhidup.blogspot.com/2013/12/resensi-cineus-meraih-mimpi-sulitkah.html
makasih komentarnya :)
HapusTsah...anak sastra mah jago kalau disuruh buat sajak :)
BalasHapusakh gak juga mba titis :) makasih mba komentnya :)
Hapus