Senin, 23 Desember 2013

Sajak

musim telah mengganti warna-warna di sekeliling kita setiap waktu 
rasa ini bergetar seperti sekuntum bunga yang tak pernah layu 
aku memikirkan dirimu 

kata-kata yang kita saling mainkan bagaikan melodi yang indah 
aku bahagia memilikimu di dekatku 
sehingga mata yang tengah tersenyum itu takkan menangis 
aku akan melakukannya, sehingga engaku tak dapat melihat bintang-bintang di malam hari 

aku akan menyelimutimu seperti cahaya yang menyirami pepohonan 
itulah kekuatanku, sumpah yang takkan berubah 
mimpi teruslah menjadi mimpi 
aku tak peduli, aku mencintaimu 
aku terbungkus oleh cahaya 
aku hadapi hari esok 
karena kebahagiaan bagaimanapun adalah nyata 

cinta untukmu hidup di dalam diriku 
cinta setiap hari 
demi cinta kau di sampingku 
cinta setiap hari 

meski kenangan sedih telah terkunci 
kau tawarkan dengan lembut tangan halusmu 
aku mendekatimu dengan bahagia, diterbangkan oleh angin yang lembut 
aku terlena oleh hari panjang yang sangat cemerlang 


musim telah mengganti warna-warna di sekeliling kita setiap waktu 
rasa ini bergetar seperti sekuntum bunga yang tak pernah layu 
mimpi teruslah menjadi mimpi 
aku tak peduli, aku mencintaimu 
aku terbungkus oleh cahaya 
hatiku terlumuri oleh pikiran tentang dirimu 

cinta untukmu hidup di dalam diriku 
cinta setiap hari 
demi cinta kau di sampingku 
cinta setiap hari

4 komentar:

  1. Sajaknya keren kak^^

    Mampir di lapakku ya kak, mohon komentarnya^^
    http://1coretanhidup.blogspot.com/2013/12/resensi-cineus-meraih-mimpi-sulitkah.html

    BalasHapus
  2. Tsah...anak sastra mah jago kalau disuruh buat sajak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. akh gak juga mba titis :) makasih mba komentnya :)

      Hapus