Jemari halus mengetuk kalbu
Membangunkan kehangatan
Dari tidur yang lelap
Setelah Pekat malam
Senandung lembut yang kerap hadir
Dalam lembah-lembah imajinasi
Dalam lantunan kesedihan
Dalam lantunan Kebahagiaan
Menghadirkan kenangan silam
Disaat gundah
Disaat putus asa
Menghadirkan kenangan silam
Disaat damai
Disaat bahagia
Kumpulan suara kesedihan
Kumpulan suara kebahagiaan
Itulah yang ia ciptakan
Dalam alunan nada-nada
Bagaikan petikan dawai
Yang memaksa tetesan air mata keluar deras
yang membuat simpul senyuman indah keluar perlahan
Dari mata , dari bibir yang indah
Alunan nada musik
Nafas Terakhir
Akalnya jiwa
Nafasnya Jiwa
Galau itu gak merugikan, buktinya ia mampu menciptakan sebuah tulisan. Hehe..
BalasHapusTapi jangan keterlaluan galau kak rud, haha :D
kok bisa ya nulisa kayak gini?
BalasHapusbelajar bikin puisi ah, mudah2an hasilnya tidak mengecewakan :)
Bisa mas, kl lagi galau biasanya lebih dapet fellnya :D hihihi
HapusSemangat mas yandi.. :D