Sabtu, 19 Oktober 2013

Alunan Nada

Jemari halus mengetuk kalbu
Membangunkan kehangatan
Dari tidur yang lelap 
Setelah Pekat malam

Senandung lembut yang kerap hadir
Dalam lembah-lembah imajinasi
Dalam lantunan kesedihan
Dalam lantunan Kebahagiaan

Menghadirkan kenangan silam
Disaat gundah
Disaat putus asa

Menghadirkan kenangan silam
Disaat damai
Disaat bahagia

Kumpulan suara kesedihan
Kumpulan suara kebahagiaan
Itulah yang ia ciptakan
Dalam alunan nada-nada

Bagaikan petikan dawai
Yang memaksa tetesan air mata keluar deras
yang membuat simpul senyuman indah keluar perlahan
Dari mata , dari bibir yang indah

Alunan nada musik 
Nafas Terakhir
Akalnya jiwa
Nafasnya Jiwa

3 komentar:

  1. Galau itu gak merugikan, buktinya ia mampu menciptakan sebuah tulisan. Hehe..
    Tapi jangan keterlaluan galau kak rud, haha :D

    BalasHapus
  2. kok bisa ya nulisa kayak gini?
    belajar bikin puisi ah, mudah2an hasilnya tidak mengecewakan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mas, kl lagi galau biasanya lebih dapet fellnya :D hihihi

      Semangat mas yandi.. :D

      Hapus